12 Prinsip-prinsip Content Marketing Yang Tidak Boleh Ditinggalkan

Mau menjalankan content marketing? Pegang prinsip-prinsip content marketing ini!

Content marketing bukan sekedar bagaimana kita membuat konten kemudian menyisipkan link di konten. Bukan itu, meski pun itu bisa dilakukan.

Pemasaran konten adalah bagaimana menerapkan pemasaran menggunakan konten. Sementara pemasaran itu bukan hanya menjual.

Saya merangkum prinsip-prinsip content marketing untuk memastikan bahwa kita benar-benar sedang menjalankan content marketing.

12 Prinsip-prinsip Content Marketing

prinsip-prinsip content marketing

Kenapa harus membahas Prinsip-prinsip Content Marketing? Karena ini bisa dikatakan “pegangan” kita dalam menjalankan pemasaran. Dengan memahami prinsip kita bisa dengan mudah membuat pola metode sendiri. Jadi tidak terpaku pada 1 metode atau pola.

Prinsip-prinsip Content Marketing Pertama: Perang Pemasaran Adalah Tentang Perang Nilai

Content marketing tidak ditujukan untuk Anda atau perusahaan yang mengejar keuntungan jangka pendek. Untuk keuntungkan jangka pendek, saya kira Anda bisa menggunakan SEO dengan fokus ke buying keyword atau menggunakan advertising untuk promosi produk Anda.

Content Marketing ditujukan untuk Anda yang ingin menciptakan customer value demi kepentingan hubungan jangkap panjang. Content marketing juga ditujukan untuk menjangkau pasar yang lebih luas bahkan bisa “menciptakan” pasar untuk produk atau jasa kita.

Konten adalah sarana yang mudah dan efektif untuk memberikan dan menambahkan value baik bagi calon pelanggan maupun yang sudah menjadi pelanggan. Calon pelanggan akan menjadi pelanggan, sementara pelanggan akan menjadi pelanggan.

Kunci dari pemasaran konten adalah memberikan value.

Prinsip Kedua: Konsentrasi Pada Loyalitas Bukan Kepuasan

Tidak ada jaminan, pelanggan yang puas akan menjadi pelanggan yang loyal. Kepuasan memang penting karena tidak akan loyal tanpa kepuasan. Hanya saja meski pun sudah puas tidak menjamin loyal. Apalagi jika tidak puas.

Sekerang, kepuasan pelanggan bukan lagi sebuah kelebihan, tetapi kewajiban. Harus menjadi tugas, tetapi bukan satu-satunya yang harus kita lakukan. Masih ada tambahan yang sangat penting, yaitu menciptakan loyalitas.

Untuk itu, dalam menerapkan content marketing, kita harus mendesain dan merencanakan konten untuk membantu pelanggan tetap loyal kepada kita.

Prinsip Ketiga: Differentiate or Die

differentiate

Saya suka dengan kutipan diatas, kita harus membedakan diri, jangan seperti rata-rata. Jika kita tidak bisa membedakan diri, maka kita akan gagal atau mati.

Kehadiran content marketing harus membantu perusahaan untuk merancang perbedaan berarti juga mengkomunikasikan perbedaan kepada calon pelanggan. Karena hanya dengan perbedaanlah produk atau jasa Anda akan “terlihat”.

Rata-rata = gagal = mati.

Prinsip Keempat: Promosi

Promosi produk, lebih tepatnya mempromosikan penawaran (offer) adalah salah satu tujuan dari content marketing. Dengan pemasaran konten, kita akan mendatangkan calon pembeli atau lead yang tertarget dan berkualitas.

Saya kira, untuk hal ini sudah banyak yang sudah memahaminya. Hanya saja, justru kesalahan yang sering terjadi adalah menjadikan content marketing hanya untuk promosi saja, padahal bisa lebih dari itu.

Prinsip Kelima: Menjual

Konten juga sangat powerful digunakan untuk menjual produk atau jasa kita. Tidak harus menjual secara hard selling (langsung), kita bisa menjual produk dengan menggunakan teknik soft selling maupun covert selling (menjual secara terselubung).

Tidak semua orang suka dijualin secara langsung, ini yang harus diperhatikan. Jadi, meski pun konten bisa digunakan untuk menjual, tetapi tidak boleh konten yang kita buat hanya untuk menjual. Ada banyak fungsi content marketing seperti dibahas pada artikel lain dan pinsip-prinsip lainnya.

Prinsip Keenam: Segmentasi

Segmentasi adalah kemampuan kita melihat pasar. Ini sangat berkaitan dengan prinsip ke tujuh (tertarget). Namun kita tidak bisa membidik sebuah target yang jitu tanpa menerapkan prinsip segmentasi sebelumnya.

Pemahaman tradisional dari segmentasi adalah membagi pasar. Namun kita harus melihat lebih dari itu. Kita harus bisa melihat pasar secara kreatif dari sudut pandang yang khas.

Tentu kita tetap memanfaatkan variabel-variabel segmentasi, namun menggunakan lebih kreatif sehingga tidak membagi pasar secara standar. Dengan cara ini kita bisa melihat pasar yang unik dan mungkin tidak terlihat oleh orang lain.

Prinsip Ketujuh: Tertarget

Setelah kita membagi pasar, kemudian kita bisa menyeleksi target pasar kita. Dalam pemahaman tradisional inilah yang disebut targeting.

Dalam hubungannya dengan content marketing, kita harus merencanakan dan membuat konten untuk menarik target pasar dan sesuai dengan minat, keinginan, dan kebutuhan target. Disini akan menuntut kita untuk memahami siapa target pasar kita.

Para ahli content marketing dunia selalu menyarankan kita membuat persona (profil) dari target pasar kita. Sehingga kita bisa menyelaraskan dan menyesuaikan konten dengan target pasar.

Prinsip Kedelapan: Positioning

Positioning adalah bagaimana menempatkan persepsi produk atau jasa kita dibenak pasar. Untuk itu salah satu tugas dari content marketing adalah untuk mengkomunikasikan positioning produk atau jasa kita.

Tugas content marketing adalah untuk menciptakan persepsi bahwa produk atau jasa kitalah yang paling cocok, yang paling tepat, dan terbaik bagi mereka.

Kita harus merancang konten yang akan membangun kepercayaan target pasar terhadap produk atau jasa kita. Kita harus menjadikan produk atau jasa kita serasa “hadir” dalam benak konsumen kita. Artinya saat konsumen memikirkan solusi tertentu, mereka ingat kita.

Prinsip Kesembilan: Brand

Kehadiran content marketing salah satunya untuk memperkenalkan nama dan kaitannya dengan value tertentu. Nama itulah yang disebut brand.

Membangun brand harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari content marketing. Apa pun tujuan content marketing Anda, jangan lupa harus ada upaya untuk mengenalkan brand produk atau jasa Anda.

Bahkan jika perlu, Anda bisa merancang konten khusus untuk membangun brand. Namun terlepas dari itu, pointnya adalah jangan tinggalkan branding dalam content marketing Anda.

Ingat bahwa perang pemasaran adalah perang value dan brand adalah indikator dari value. Jika kita memikirkan sebuah brand, bukankah kita ingat value tertentu? Itulah pentingnya brand.

Prinsip Kesepuluh: Pelayanan

Jaman sekarang sebenarnya tidak ada bisnis menjual produk. Tapi jaman sekarang semua bisnis adalah pelayanan. Kita mungkin menjual kasur, namun sesungguhnya kita melayani pelanggan untuk mendapatkan tidur yang nyaman.

Untuk itu, content marketing juga harus berperan untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan. Bukan, bukan menjadi customer service atau mendapatkan feedback. Bukan itu yang dimaksud. Namun pelayanan yang dimaksud adalah memberikan apa yang mereka butuhkan (dalam bentuk konten) meski mereka tidak memintanya.

Pelayanan yang dimaksud adalah untuk menciptakan nilai (value) bagi pelanggan. Sehingga pelanggan merasakan value yang sangat berharga dan terus-menerus. Bukan hanya value langsung dari produk atau jasa, tetapi dari konten yang kita sediakan.

Prinsip Kesebelas: Integral

Kadang ada yang berpikir bahwa content marketing adalah bagaimana membuat konten yang digunakan untuk menjual (selling) produk atau jasa kita. Memang benar, bisa seperti itu. Tapi seperti dijelaskan diatas, fungsi content marketing bukanlah hanya untuk selling.

Masih ada manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari content marketing. Untuk mendapatkan manfaat secara penuh atau sebesar mungkin, maka kita harus merancang konten agar mendapatkan manfaat seoptimal mungkin. Bukan hanya menjual, tetapi yang lainnya juga.

Prinsip Keduabelas: Konsistensi

Pelaksanaan content marketing tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya sebuah konsistensi. Saat Anda membuat rencana, konsistensi harus menjadi bagian penting dalam membuat rencana itu.

Harus ada program untuk menjaga konsistensi. Karena pemasaran adalah konsistensi. Lihatlah brand-brand ternama pun tetap menjaga brand-nya.

Penutup

Pada dasarnya prinsip-prinsip content marketing sama dengan pemasaran pada umumnya, yang membedakan hanya kita menggunakan konten.

Rahmat

Praktisi content marketing sejak 2002, mengaplikasikan content marketing untuk pemasaran villa, konveksi, trainer, herbal, dan produk pengembangan diri.

Rahmat

Praktisi content marketing sejak 2002, mengaplikasikan content marketing untuk pemasaran villa, konveksi, trainer, herbal, dan produk pengembangan diri.

3 thoughts on “12 Prinsip-prinsip Content Marketing Yang Tidak Boleh Ditinggalkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *