Content Marketing Adalah Strategi Pemasaran Masa Kini

Content Marketing Adalah sebuah teknik pemasaran yang sebaiknya jangan Anda lewatkan.

Sebagai kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya tentang The Power of One, maka saya sendiri harus memutuskan 1 pemasaran yang harus saya fokuskan. Melihat kemampuan dan pengalaman saya, saya memutuskan memilih fokus di Content Marketing.

Content Marketing adalah bentuk pemasaran yang membuat, mem-publish, dan mendistribusikan konten ke audiens online tertarget. Pas banget dengan saya. Selama ini saya suka ngeblog, bisa SEO, dan juga mengenal bentuk pemasaran lainnya seperti social media, iklan, dan email marketing.

Nah, sekarang saya akan mengintegrasikan itu semua dengan konsep pemasaran via konten, yang disebut content marketing.

Alasan Saya Memilih Content Marketing

content marketing adalah

Mengapa saya memilih content marketing? Bukan hanya berdasarkan kapasitas yang saya miliki, ternyata sepemikiran dengan pemasar-pemasar dunia yang mengatatakan bahwa content marketing adalah satu strategi (atau teknik?) pemasaran terbaik.

Grafik dibawah ini bisa menjelaskan:

Namun bukan berarti saya akan meninggalkan blogging dan SEO, karena menurut saya SEO dan blogging jika dikombinasikan menjadi bagian penting dari content marketing. Dan, saya sudah melakukan sejak dulu. Saya sudah melakukan content marketing dengan blog dan SEO.

Content, bagaimana pun bagusnya, jika tidak ada yang membaca atau melihatnya akan percuma. Salah satu cara mendatangkan audiens adalah dengan SEO.

SEO akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari strategi content marketing yang akan saya terapkan. Selain SEO akan dibutuhkan teknik lain untuk menjangkau audiens, salah satunya social media baik organik maupun berbayar (iklan).

Tidak ada yang baru bagi saya, hanya mengintegrasikan kemampuan apa yang sudah saya miliki sejauh ini. Tetapi tetap saya terus belajar dan meningkatkan kemampuan yang lebih terfokus ke content marketing.

Tujuan Content Marketing

Apa tujuan content marketing? Sama saja dengan pemasaran pada umumnya, hanya saja yang membedakannya adalah “cara”. Tujuan ujungnya tentu penjualan, sambil membangun database, membangun brand, dan sebagainya. Sama saja dengan tujuan pemasaran umumnya. Bedanya adalah content marketing lebih cendrung tidak hard selling.

Jika tidak hard selling, artinya soft selling dan/atau covert selling. Soft selling adalah menjual secara halus, sementara covert selling menjual secara terselubung. Cara ini memungkin pebisnis bisa tetap berinteraksi dengan audiens yang pada dasarnya adalah target pasar dengan nyaman.

Target pasar tidak merasa dijualin tetapi lebih kepada memberikan berbagai informasi dan edukasi sehingga bisa memberikan solusi bagi target pasar.

Konsep Dasar Content Marketing Adalah

As James O’Brian of Contently wrote on Mashable, “The idea central to content marketing is that a brand must give something valuable to get something valuable in return. Instead of the commercial, be the show. Instead of the banner ad, be the feature story.”

Something valuable, dalam hal ini adalah konten yang berharga bagi target pasarnya. Jadi dalam content marketing fokusnya adalah memberikan manfaat, bukan melulu jualan. Meski pun bukan berarti selling diharamkan, namun bukan lagi menjadi fokus.

Bentuk-bentuk Content

Konten yang bisa digunakan untuk content marketing itu banyak sekali. Tulisan yang berupa artikel, informasi, data studi kasus, dan sebagainya adalah salah satu bentuk konten. Tentu saja selain tulisan bisa berbentuk video, audio, dan gambar. Tulisan pun tidak hanya berbentuk blog post tetapi juga bisa berupa ebook bahkan buku.

Jadi, dari segi content sebenarnya sangat fleksibel, disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi target. Apalagi, jaman sekarang membuat bentuk konten apa pun tidaklah terlalu sulit. Membuat video mudah, membuat audio mudah, bahkan membuat buku pun mudah.

Tahapan Membuat Konten

Pada dasarnya ada 3 tahap membuat konten

  1. Apa yang dibutuhkan oleh audiens
  2. Apa bentuk kontent yang akan kita buat
  3. Pilih sistem mengelola konten (CMS).

3 Strategi Mendistribusikan Konten

  1. Membuat website sendiri kemudian didukung dengan teknik promosi seperti SEO, SEM, Social Media, Iklan, dan sebagainya.
  2. Guest Post. Kita bisa saja tanpa memiliki website, dan menulis di website miliki orang lain, terutama media-media online yang sudah terkenal.
  3. Re-engagement. Artinya melibatkan kembali audiens yang sudah ada seperti dengan cara newsletter atau iklan re-targeting.

Metrik Keberhasilan

Sebagaimana pemasaran pada umumnya, ujung keberhasilan content marketing adalah penjualan. Ya tentu saja ada metrik-metrik yang lebih detil yang bisa kita monitor untuk memudahkan perbaikan.

  • Pengunjung ke sebuah halaman
  • Waktu yang dihabiskan dalam sebuah halaman
  • CTR
  • Jumlah email yang dikumpulkan
  • Sumber pengunjung
  • Demografi pengunjung
  • Mengenal pola pembelian dan perilaku pengunjung
  • dan lainnya yang bisa kita definisikan sendiri

Biasanya akan membutuhkan tool untuk memonitor semua metrik diatas. Ada yang gratis ada juga yang berbayar. Tool yang disediakan oleh Google cukup lengkap seperti Webmaster Console dan Google Analytic.

Siapa yang Cocok Untuk Menjalankan Content Marketing

Dari pengamatan saya, siapa pun, baik bisnis skala besar maupun bisnis rintisan sudah bisa menggunakan content marketing. Termasuk bagi Anda yang sedang mempersiapkan bisnis di masa depan, bisa memulainya dengan content marketing.

Jika raksasa bisa melakukan content marketing, apakah bisa pengusaha kecil ikut bersaing? Ya tentu bisa, seperti pada persaingan bisnis pada umumnya. Strateginya adalah jangan pernah melawan head to head dengan para raksasa, kita perlu lebih cerdik agar bisa bertahan.

Tahapan Menjalankan Content Marketing

Menurut saya, content marketing, sebagaimana pemasaran online lainnya tetap menggunakan konsep pemasaran seperti pemasaran pada umumnya. Hanya saja menggunakan media online dan fokusnya pada konten.

Jadi kita mau mengetahui cara umum menjalankan content marketing, ya sama saja dengan pemasaran pada umumnya dengan berbagai penyesuaikan.

Penutup

Ini baru artikel pembuka tentang content marketing. Tentu saja, in syaa Allah, saya akan terus membahas content marketing lebih detil lagi melalui blog ini.

Rahmat

Praktisi content marketing sejak 2002, mengaplikasikan content marketing untuk pemasaran villa, konveksi, trainer, herbal, dan produk pengembangan diri.

Rahmat

Praktisi content marketing sejak 2002, mengaplikasikan content marketing untuk pemasaran villa, konveksi, trainer, herbal, dan produk pengembangan diri.

eBook GRATIS: Panduan Dasar Content Marketing

Tidak mau ketinggalan kalau ada artikel atau info seputar strategi dan taktik pemasaran jitu bukan? Juga Dapatkan ebook Gratis Panduan Dasar Content Marketing. Masukan email Anda, Klik Daftar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *