Panduan Lengkap Cara Memasarkan Produk Secara Online di Internet

Bingung Memasarkan Produk Secara Online?

Itu wajar, karena banyak sekali model, media, teknik, dan strateginya.

Namun Anda tidak perlu bingung lagi, setelah Anda membaca artikel ini, karena akan saya jelaskan secara lengkap (integral/menyeluruh). Tujuannya agar Anda memiliki kejelasan dan gambaran utuh tentang pemasaran internet.

Banyak panduan di luar sana yang hanya menjelaskan sebagian dari pemasaran online. Salah pemahaman akan menjadikan Anda kehilangan banyak peluang dari potensi sesungguhnya.

Cara Memasarkan Produk Secara Online: Media, Teknik, Taktik, dan Strategi

Memasarkan Produk Secara Online

Mungkin sebelumnya Anda pernah membaca panduan tentang pemasaran online di internet. Prosesnya seperti berikut:

  1. Buat presentasi online: menampilkan penjelasan produk secara online baik via toko online, sales letter, atau di social media.
  2. Datangkan pengunjung sebanyak mungkin.
  3. Tingkatkan konversi sebesar mungkin dengan copywriting, customer service, dan follow up.

Adalah benar, 3 langkah diatas adalah cara pemasaran online, tapi baru bagian selling. Sementara selling adalah baik dari taktik pemasaran. Selling memang bagian dari pemasaran, tetapi pemasaran itu bukan hanya selling.

Internet Adalah Media Cara Pemasaran Secara Online

Ya, internet hanyalah media. Seperti surat kabar, seperti majalah, seperti spanduk, seperti brosur, seperti TV, seperti radio dan media lainnya. Jadi, kita tidak bisa mengatakan saat produk kita “sudah online” pemasaran internet sudah selesai dan kita tinggal menunggu hasil.

Internet hanyalah alat, dimana hasilnya tergantung kita bagaimana menggunakan alat. Pedang adalah alat bertempur, namun tidak akan berguna bagi orang yang tidak bisa menggunakan pedang, yang tidak pernah belajar dan berlatih menggunakan pedang.

Internet juga demikian, Anda perlu memahami, belajar cara menggunakannya (dalam hal pemasaran), dan berlatih agar mahir dalam menggunakan. Ada banyak jurus dalam pemasaran internet, silahkan pelajari dan latih jurus-jurus pemasaran internet jika mau menjadi pendekar pemasaran internet.

Saluran Pemasaran Online

Banyak saluran yang bisa Anda gunakan untuk menjangkau atau menarik target pasar dalam pemasaran online. Setiap saluran akan memiliki karakteristik yang berbeda dan tentu akan membutuhkan teknik dan taktik pemasaran yang berbeda.

Sama dengan yang lainnya, Anda bisa memilih fokus pada 1 saluran atau mengkombinasikan berbagai saluran yang ada. Tentu saja disesuaikan dengan kemampuan dan SDM yang Anda miliki.

Berikut adalah beberapa saluran yang bisa Anda pilih:

  1. Saluran dari mesin pencari. Mesin pencari masih menjadi saluran yang memiliki potensi terbesar. Ada Google yang mendominasi mesin pencari, tetapi jangan lupakan Yahoo, Bing, dan mesin pencari lainnya.
  2. Saluran dari social media. Ini juga terbagi ke saluran-saluran lebih kecil. Ada banyak pilihan, namun yang paling populer adalah Facebook, Google+, Twitter, Instagram, dan sebagainya.
  3. Video Online menurut saya sudah menjadi saluran tersendiri. Mungkin sedikit mirip social media, dengan fokus ke konten berupa video. Contohnya yang paling populer dan masuk ke Indonesia adalah Youtube.
  4. Forum menjadi saluran lainnya yang bisa kita manfaatkan. Forum tempat berkumpulnya orang-orang dengan minat yang sama.
  5. Email masih menjadi alat komunikasi online utama. Siapa yang tidak punya email?
  6. Website Sharing dan Bookmark, contohnya seperti Gigg, Redit, lintasme, vivalog.
  7. Offline Advertising. Koq bisa? Kita bisa mensinergikan iklan offline dengan mengarahkan ke media online kita. Buktinya banyak toko online dan marketplace yang diiklankan di TV atau media offline lainnya.

Saluran yang ada bukan hanya 7 ini, meski pun termasuk yang paling besar dan banyak digunakan. Dengan mengoptimalkan 7 saluran ini pun sudah bisa menjangkau pasar yang luas. Sebenarnya Memasarkan Produk Secara Online itu adalah bagaimana kita mengoptimalkan saluran tersebut untuk memasarkan produk dan jasa kita.

Teknik Pemasaran Internet

Apa itu SEO? Anda pernah mendengar? Bagi Anda yang sudah pernah belajar pemasaran internet, mungkin pernah mendengar kata SEO, yaitu bagaimana agar website kita mudah ditemukan di mesin pencari dengan keta pencarian tertentu sehingga akan banyak pengunjung.

Apakah SEO itu pemasaran online? Ya tentu saja, SEO itu bagian dari teknik mendatangkan pengunjung. Selain SEO ada iklan baik iklan di Google, di facebook, di Twitter, dan di website lainnya. Ada juga email marketing, bagaimana mendatangkan pengunjung dengan email.

Dalam dunia nyata, teknik itu seperti menyebarkan brosur, memasang iklan di koran, dan sebagainya. Dan kita bisa memahami, bahwa hanya dengan teknik belum bisa mendapatkan hasil yang sempurna. Misalnya Anda membuat brosur, kemudian Anda sebarkan.

Apakah akan optimal?

Pertama: Anda mau menulis apa dalam brosur Anda? Tidak asal tulis bukan? Bagaimana agar tulisan dalam brosur itu optimal? Ada beberapa hal yang harus diperhatikan disana. Nanti ada taktik (selling) dan value (branding) yang sebaiknya Anda masukan ke dalam brosur.

Kedua: Anda mau sebarkan kemana? Salah target, brosur Anda akan percuma atau setidaknya kurang optimal. Bicara target, ini adalah bicara strategi pemasaran.

Jadi sebelum melakukan teknik marketing tertentu, ada sesuatu yang harus kita kerjakan sebelumnya. Ada pekerjaan dibalik layar yang harus kita siapkan.

Teknik marketing bukanlah cara memasarkan produk secara online, itu baru sebagian proses, belum utuh. Artinya jika Anda sudah melakukan teknik marketing, itu belum lengkap.

Taktik, Strategi, dan Value Pemasaran

Menurut Hermawan Kertajaya, marketing itu ada  unsur yang harus saling mendukung yaitu strategi, taktik, dan value.

Taktik pemasaran terdiri dari diferensiasi, marketing mix, dan selling. Bisa dilihat disini bahwa selling barulah bagian dari taktik, bukan pemasaran seluruhnya. Jadi bukan hanya selling (jualan) yang dilakukan dalam pemasaran online, juga ada elemen lainnya (total ada 9 elemen termasuk differensiasi, marketing mix, dan selling).

Strategi pemasaran terdiri dari segmentasi, targeting, dan positioning. Ini adalah pekerjaan dibalik layar. Sebelum Anda menyebarkan brosur, Anda harus memahami dulu mau kemana brosur itu disebarkan. Begitu juga saat Anda akan membuat website dan menerapkan teknik SEO, buat siapa website itu ditujukan?

Value marketing terdiri dari branding, service, dan process. Berkaitan dengan pemasaran internet, kita akan lebih banyak berhubungan dengan branding (membangun brand).

9 elemen pemasaran

Dalam penerapakan SEO, targeting dan positioning akan menjadi pertimbangan bagaimana kita memilih kata kunci. Saat menulis konten kita akan memperhatikan bagaimana agar konten kita menjual (selling/taktik) dan bagaimana kita memunculkan brand (value marketing).

Jadi pada dasarnya, teknik-teknik pemasaran di internet berguna untuk membawa pesan-pesan pemasaran yang sudah diramu sedemikian rupa untuk meningkatkan penjualan dan membangun brand serta diarahkan ke target pasar yang jelas.

Contoh lain: Anda mau memasang iklan (teknik) misalnya. Siapa target pasar (stretagi) Anda? Apa pesan yang akan disampaikan dalam iklan (taktik), dan bagaimana memanfaatkan iklan untuk membangun brand Anda (value).

OK, bisa difahami sekarang. Sementara, kebanyakan panduan yang ada di Indonesia tentang pemasaran internet adalah fokus pada teknik dan selling. Tidak apa-apa, itu bagus. Hanya saja jika Anda mau mendapatkan hasil yang lebih optimal maka lakukan pemasaran secara lengkap.

Kadang saya mendengar sebuah opini, yang penting itu selling (menjual) karena akan mendapatkan uang secara langsung. Brand itu tidak penting katanya. Ya, dalam kondisi tertentu hal ini bisa diterima. Tetapi dalam persaingan lebih besar, brand itu memegang peranan penting.

Menurut Hermawan Kertajaya lagi, perang pemasaran pada dasarnya adalah perang nilai (value). Brand adalah indikator value. Jika brand lemah, maka jangan salahkan jika produk Anda hilang dari “hati” pasar Anda. Value marketing adalah untuk memenangkan hati pasar (heart share).

Siapa yang tidak kenal Coca Cola? Tapi sampai saat ini mereka masih tetap menggelontorkan banyak uang untuk menjaga brand Coca Cola tetap eksis di hati pasar. Karena mereka sadar pentingnya sebuah brand.

Jadi, bukan mana yang penting yang harus kita bicarakan, tetapi bagaimana kita meramu semuanya agar menghasilkan upaya pemasaran kita lebih optimal.  Memasarkan Produk Secara Online adalah ramuan dari 9 unsur diatas. Semuanya penting.

Internet adalah Alat Untuk Komunikasi

Peran internet dalam Memasarkan Produk Secara Online hanya meliputi hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi, tidak lebih dari itu. Artinya masih ada beberapa elemen pemasaran yang dilakukan secara offline.

Misalnya untuk marketing mix berkaitan dengan place dan distribution. Ini adalah aktifitas fisik, tidak bisa dilakukan secara online. Kecuali jika produk Anda berupa produk digital. Tapi pemasaran internet bisa mendukung efektivitas marketing mix, misalnya dengan menginformasikan dimana saja kita bisa mendapatkan produk.

Bahkan Lazada sudah menerapkan sinergi yang ciamik antara distribusi produk dengan pemasaran online sehingga memberikan kelebihan yang memudahkan pelanggan mendapatkan produk.

Saya lihat elemen-elemen pemasaran yang bisa dilakukan dengan pemasaran internet adalah promosi, selling (menjual), dan branding. Memasarkan Produk Secara Online banyak terfokus pada 3 hal ini, meski pun mungkin membantu unsur lainnya.

Sementara strategi dilakukan dibalik layar dan sebelum membuat media pemasaran. Anda melakukan segmentasi dan targeting serta merumuskan positioning dibalik layar. Hasil rumusan inilah yang akan menjadi rujukan aktivitas pemasaran Anda selanjutnya.

Proses Pemasaran Online Via Internet

OK, diatas Anda sudah memahami fondasi dasar pemasaran online, lalu bagaimana prosesnya?

Diatas sekilas kita sudah membahas proses menjual secara online:

  1. Presentasi
  2. Traffic (pengunjung)
  3. Konversi

Jika tujuan pemasaran online Anda hanya fokus menjual, maka Anda bisa fokus menggunakan model 3 langkah diatas. Untuk beberapa bisnis, memang yang dibutuhkan seperti ini. Misalnya bagi Anda seorang reseller produk tertentu, maka fokus Anda adalah menjual.

Tapi saya akan memberikan proses pemasaran yang lebih lengkap, bagi Anda yang akan berusaha memasarkan produk Anda secara lengkap agar mendapatkan hasil yang optimal. Sekali lagi kita tidak perlu membahas mana yang lebih (fokus menjual atau pemasarang lengkap). Kita memilih bukan mana yang lebih baik, tetapi sesuai dengan kebutuhan kita.

Proses Dibalik Layar

Proses dibalik layar itu meliputi strategi. Jika bisnis Anda sudah berjalan lama, harusnya sudah melakukan ini. Jika sudah, maka yang Anda perlu lakukan adalah adanya dokumen yang jelas sebagai panduan bagi para eksekutor pemasaran Anda.

Proses pemasaran dibalik layar meliputi:

  1. Segmentasi: bagaimana Anda melihat dan membagi pasar.
  2. Targeting: Anda harus memiliki profil target pasar yang jelas.
  3. Positioning: pernyataan yang menunjukan posisi produk Anda yang paling cocok, paling baik, dan paling bernilai untuk target pasar Anda.
  4. Membuat pesan-pesan inti yang berkaitan dengan Brand (asumsi Anda sudah punya brand), slogan untuk brand, dan USP (Unique Selling Proposition)

Buatlah dalam bentuk dokumen terdiri dari:

  1. Profil target pasar
  2. Alasan mengapa produk kita yang paling cocok, paling baik, dan apling bernilai untuk target pasar Anda.
  3. Pesan-pesan inti (brand, slogan, dan USP)

Dokumen ini akan menjadi pegagangan eksekutor saat mereka membuat konten pemasaran Anda. Dokumen inilah yang disebut rencana pemasaran inti. Ya baru sampai tahap inti, belum ke rencana detil. Untuk content marketing saya sudah membuat artikel rencana pemasaran konten 1 halaman.

Memasarkan Produk Secara Online itu perlu persiapan agar hasilnya lebih efektif. Tanpa persiapan diatas, Anda mau menulis apa di iklan, blog, dan konten lainnya?

Memilih Saluran dan Teknik Pemasaran

Apakah Anda mau memilih saluran mesin pencari, saluran dari sosial media, saluran dari offline, saluran dari email, dan sebagainya. Anda bisa memilih salah satu adalah beberapa sekaligus bersinergi.

Pada dasarnya semakin banyak saluran yang dipilih, maka akan semakin luas target pasar yang dijangkau. Jika waktu dan sumber daya Anda memadai, saya sarankan semua saluran Anda garap.

Namun bagi personal atau pebisnis kecil, saya sarankan fokus pada 1 saluran terlebih dahulu ingat the power of one. Anda bisa menambah saluran yang lain saat memungkinkan.

Setiap saluran akan membutuhkan teknik pemasaran yang berbeda. Jika Anda memilih saluran mesin pencari, maka ada 2 teknik yang bisa Anda lakukan, yaitu SEO dan periklanan di mesin pencari. Kedua teknik ini jika bersamaan disebut SEM (Search Engine Marketing).

Jika Anda memilih saluran (channel) social media, seperti Facebook misalnya, tekniknya pun sama ada 2, yaitu organik dan periklanan. Meski pun kalau Facebook mengarahkan kita kepada periklanan karena itu sumber uang mereka. Tetapi bukan berarti organik tidak bisa dilakukan.

Memasarkan Produk Secara Online tidak harus menggunakan semua saluran. Jika memungkin memiliki banyak saluran adalah bagus, jika tidak, pilihlah saluran yang bisa dulu.

Perencanaan dan Pembuatan Konten

Konten yang dimaksud termasuk konten untuk iklan, baik iklan pendek maupun iklan panjang (sales letter online). Termasuk konten untuk blog, email, social media, toko online, maupun website lainnya.

Pemasaran online tidak akan lepas dari konten. Untuk itu mengapa saya memilik content marketing karena sangat cocok untuk diterapkan di internet. Pada dasarnya, kebanyakan orang membuka internet untuk mendapatkan konten (informasi).

Berikut proses dalam perencanaan dan pembuatan konten.

  1. Siapkan konten-konten dasar. Konten untuk iklan, sales letter, dan halaman produk. Ini harus siap sebelum kampanye pemasaran di lakukan.
  2. Rencanakan untuk konten yang bersifat terus menerus (on going) seperti konten untuk email, blog, dan social media. Nanti kita bahas, bagaimana cara merencanakan konten di blog ini.

Ingat saat membuat konten kita harus berpedoman pada dokumen yang kita buat dibalik layar tadi. Nanti ada konten untuk selling dan ada konten untuk branding atau menyatukan keduanya dalam 1 konten.

Rencana Memasarkan Produk Secara Online sebenarnya tidak perlu rumit. Yang dibutuhkan adalah adanya kejelasan apa saja yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan kita dalam jangka panjang. Setiap orang berbeda, ada yang suka rencana gambaran besar ada juga yang suka rencana detil.

Mulai Jalankan Kampanye Pemasaran

Pastikan semuanya sudah siap:

  1. Pemilihan Media sudah siap
  2. Konten-konten dasar sudah siap
  3. Rencana konten sudah siap
  4. Anggaran sudah siap
  5. SDM pendukung sudah siap

Maka mulailah lakukan kampanye, misalnya

  • Mulai memasang iklan
  • Mulai membuat konten untuk blog, social media, podcast, youtube, dan sebagainya
  • Mulai membangun data base pelanggan
  • dan sebagainya

Kesalahan yang sering dilakukan dalam Memasarkan Produk Secara Online adalah langsung pada kampanye tanpa ada upaya marketing sebelumnya. Maka wajar jika hasilnya kurang efektif.

Test, Ukur dan Evaluasi

Tidak ada satu pun kampanye pemasaran yang pasti berhasil. Untuk itu Anda perlu melakukan testing (pengujian). Kampanye dengan usaha dan anggaran yang kecil dulu, kemudian ukur hasilnya. Jika berhasil lanjutkan, jika tidak evaluasi.

Ini mindset seorang pemasar. Pemasar jago pun tidak bisa memiliki kepastian setiap kampanye akan berhasil. Mereka selalu mengatakan test dan ukur.

Bagi yang sudah berpengalaman, bisa jadi kampanye-kampanye begitu mudah mendatangkan hasil. Ini sebenarnya mereka sudah melakukan test dan ukur dari pengalaman kampanye sebelumnya sehingga “feeling” nya sudah terasah.

Apa saja yang perlu di evaluasi?

Semuanya, mulai dari targeting, saluran, dan juga konten. Jika target dan saluran sudah tepat, Anda fokus ke konten. Bahkan bisa jadi, Anda hanya fokus ke headline saja. In syaa Allah nanti kita bahas.

Teruslah monitor dan teruslah lakukan perbaikan. Kadang kampanye yang pernah berhasil tidak selamanya akan berhasil terus. Ada faktor luar yang bisa mempengaruhi seperti kondisi ekonomi dan persaingan. Anda harus terus memonitor dan mengevaluasinya.

Cara Memasarkan Produk Secara Online akan penuh dengan test, ukur, dan evaluasi.

Jalin Relasi Dengan Pelanggan dan Calon Pelanggan Anda

Yang tidak boleh dilupakan dalam Memasarkan Produk Secara Online bukan hanya bagaimana menjual dan membangun brand, tetapi juga membangun relationship dengan pelanggan maupun calon pelanggan.

Dengan keunggulan internet, semuanya menjadi lebih mudah. Anda bisa menghubungi pelanggan dan pasar dengan mudah, murah, dan cepat. Manfaatkanlah keunggulannya ini dengan optimal untuk hasil yang lebih baik.

Relasi bisa dibangun dengan cara komunikasi 2 arah dan juga rajin memberikan value kepada pasar dan pelanggan kita. Relasi juga berarti mendengar.

Marketing Funnel

Praktek yang sering dilakukan dalam pemasaran secara online adalah dengan mengunakan marketing funnel atau corong pemasaran. Ini adalah sebuah metode pemasaran dengan konsep menyaring pasar.

Credit: www.123-reg.co.uk

Landasan marketing funnel adalah bawah tidak semua orang sudah siap membeli. Ada orang yang masih dalam tahap perlu diberikan kesadaran (awareness), ditarik perhatikan, pertimbangan, niat, evaluasi sampai kepada tahapan pembelian.

Dengan content marketing Anda sangat memungkinkan untuk melakukan 6 langkah pemasaran dengan konsep corong ini. Caranya dengan mengatur dan merencanakan konten sedemikian rupa sehingga keenam tahapan diatas bisa dilakukan.

Dalam prakteknya funnel marketing bisa berubah-rubah. Bisa saja lebih sederhana atau lebih komplek dari gambar diatas.

Contoh funnel dalam content marketing:

Credit: larryhaywood.com

Penutup

Sampai disini saya harapkan Anda memahami proses pemasaran yang menyeluruh, sehingga Anda tidak terjebak pada satu aspek pemasaran saja bahkan melakukan cara pemasaran yang salah (SPAM).

Dalam pemasaran internet ada media, ada saluran, dan ada teknik yang bisa Anda pilih. Yang penting adalah bagaimana menggunakan media, saluran, dan teknik yang dipilih untuk menjalankan pemasaran secara utuh dan dengan proses yang benar.

Pada dasarnya pemasaran offline dan online adalah sama, yang membedakan adalah media, saluran, dan teknik. Konsepnya sama saja ada strategi, taktik, dan value.

Semoga panduan Memasarkan Produk Secara Online bermanfaat bagi Anda.

Rahmat

Praktisi content marketing sejak 2002, mengaplikasikan content marketing untuk pemasaran villa, konveksi, trainer, herbal, dan produk pengembangan diri.

Rahmat

Praktisi content marketing sejak 2002, mengaplikasikan content marketing untuk pemasaran villa, konveksi, trainer, herbal, dan produk pengembangan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *