Bagaimana Cara Menentukan Target Pasar dalam Content Marketing

Bagaimana cara menentukan target pasar?

Jika ini belum dilakukan, Anda mau memasarkan produk kepada siapa?

Ke sembarang orang?

Pastinya kurang tertarget akan menyebabkan pemasaran Anda kurang efektif.

Bahkan bisa jadi rugi karena biaya pemasaran yang bengkak.

Content Marketing, sebagaimana pemasaran lainnya harus menentukan target pasar terlebih dahulu.

Cara Menentukan Target Pasar Diawali Dengan Segmentasi

Cara Menentukan Target Pasar

Meski segmentasi itu dikelompokan menjadi 4 kelompok kriteria (demografi, geografi, psikografi, dan perilaku pembelian) namun jika dikembakan lagi akan menjadi banyak banya sudut pandang untuk membagi pasar.

Sebagai contoh, untuk demografi saja bisa dibagi lagi menjadi umur, gender, ekonomi, jumlah keluarga, status, dan sebagainya. Psikografi dan perilaku juga bisa dibagi-bagi lagi.

Namun pada kali ini saya tidak akan membahas segmentasi. Jika mau dibahas semuanya mungkin akan jadi buku tersendiri. Kita fokuskan saja untuk content marketing.

Menurut Ardath Albee’s penulis buku Digital Relevance: Developing Marketing Content and Strategies that Drive Results. Ada 9 elemen segmentasi yang bisa lihat untuk menyusun persona target pasar kita.

  1. Day in the life
  2. Objectives
  3. Problems
  4. Orientation
  5. Obstacles
  6. Questions
  7. Preferences
  8. Keywords and phrases
  9. Engagement scenarios

Day in the life (Keseharian)

Sederhananya adalah kaeseharian target pasar Anda seperti apa? Ini adalah daftar no 1 tetapi akan lebih mudah dibuat setelah Anda menyelesaikan 8 poin yang lainnya. Tidak perlu panjang untuk membuat deskripsi keseharian target, cukup 300 kata saja.

Objectives (Tujuan dan Tugas)

Apa yang menjadi tujuan dan tugas target pasar Anda? Jika Anda mengatakan untuk “meningkatkan omset” ini memang sebuah tujuan, tapi terlalu umum (broad). Buatlah tujuan dan tugas yang lebih spesifik. Misalnya mengurangi inefisiensi saat menembus pasar. Atau meningkatkan brand awareness di media online.

Problems

Apa yang menjadi masalah target pasar Anda?

Sekali lagi harus cukup spesifik. Apalagi jika anda bisa menemukan root cause dari masalah yang ada. Misalnya penjualan turun, mengapa? Produk tidak laku dipasaran? Tanya jadi, mengapa?

Ada banyak pesaing. Ini juga bukan root cause, masih bisa diperdalam lagi. Mengapa memangnya dengan banyak pesaing? Produk Anda kalah oleh pesaing? Mengapa?

Gali sampai mendapatkan masalah yang lebih spesifik. Misalnya tidak ada sistem pemasaran online untuk meningkatkan trust dari konsumen.

Orientasi Pribadi

Setiap orang memiliki orientasi masing-masing dan banyak. Anda bisa memilih dan memfokuskan orientasi yang berkaitan dengan produk atau jasa Anda.

Misalnya, saat saya memasarkan villa, saya memilih target pasar yang memiliki orientasi kemudahan dan praktis dalam kehidupan sehari-harinya. Tidak mau ribet dengan teknologi. Sehingga saya fokus menyuarakan kemudahan dalam konten yang saya buat.

Halangan

Apa yang menjadi halangan target pasar Anda membeli produk atau jasa kita?

Harga? Bukan. Kenyataanya saya sering menjual jasa lebih mahal, tetap saja laku. Poinnya bukan di harga. Namun kebanyakan masalah ada di pemahaman. Jika target pasar tidak memahami nilai yang akan dia dapatkan, maka dia tidak akan berani membeli. Alasannya: harga.

Saat Anda menjual stemcell misalnya (obat alami untuk regenerasi sel). Harganya memang cukup tinggi dari segi nominal. Halangan yang menjadikan target pasar enggan membeli karena mereka tidak faham dengan manfaatnya yang bisa menghemat biaya medis jutaan rupiah.

Lebih jelas bukan? Maka saat membuat konten, Anda pun sudah dengan jelas mau menerangkan apa. Anda bisa merencanakan konten agar target pasar Anda memahami benefit produk atau jasa Anda.

Pertanyaan

Pertanyaan apa yang ada dibenak target pasar?

Pertanyaan mendasar setiap orang adalah; apa manfaatnya bagi saya? Namun kita bisa menggali lebih dalam dan spesifik.

Bagaimana bisa produk Anda bisa mengubah saya yang tadinya punya penyakit [sebutkan disini penyakitnya] menjadi sembuh? Ini lebih spesifik.

Mungkin saja ada beberapa pertanyaan, silahkan bisa digali.

Setelah Anda memahami pertanyaan yang ada di kepala mereka, maka Anda bisa dengan mudah membuat konten yang bisa menjawab pertanyaan mereka.

Preferences (berkaitan konten)

Hal-hal berkaitan dengan pilihan mendapatkan dan menggunakan konten.

  • Saluran yang digunakan apa?
  • Gaya konten seperti apa?
  • Format yang disukai apa? Text, audio, video, gambar?
  • Interakativitas? Suka konten yg interaktif? Seperti apa?

Dengan mengetahui itu semua, kita akan lebih jelas saat akan membuat dan mendistribusikan konten.

Keywords and phrases

Orang cendrung menggunakan kata-kata tertentu dalam mengungkapkan sesuatu. Anda perlu meneliti kata-kata khas apa yang sering digunakan target pasar Anda.

Yang dimaksud disini bukan kata yang berkaitan dengan SEO atau berkaitan dengan produk. Tapi lebih kepada kata-kata yang mencerminkan nilai dan interes target pasar.

Misalnya penetrasi yang efektif ke pasar. Atau peluncuran produk yang praktis. Nah, phrasa seperti inilah yang sering terucap oleh orang bagian marketing di sebuah perusahaan yang mengurus peluncuran produk.

Engagement scenarios

Ini adalah skenario alur keterlibatan target pasar dengan konten yang kita rancang. Sederhananya bagaimana alur kita menjawab pertanyaan, keraguan, kebingungan, dan perhatian target pasar.

Skenario ini akan memudahkan kita untuk merancang konten sesuai dengan alur yang dibutuhkan. Untuk B2C alurnya biasanya sederhana. B2B lebih rumit karena biasanya wakil perusahaan yang sudah membaca atau melihat konten tidak langsung mengambil keputusan.

Penutup

Membuat persona target pasar Anda memang membutuhkan energi dan waktu. Namun sekali Anda sudah membuatnya, maka pembuatan konten akan jauh lebih mudah. Banyak content marketer yang mengatakan bingung mau menulis apa saja, ternyata setelah memahami persona atau profil target pasar Anda akan memudahkan.

Rahmat

Praktisi content marketing sejak 2002, mengaplikasikan content marketing untuk pemasaran villa, konveksi, trainer, herbal, dan produk pengembangan diri.

Rahmat

Praktisi content marketing sejak 2002, mengaplikasikan content marketing untuk pemasaran villa, konveksi, trainer, herbal, dan produk pengembangan diri.

eBook GRATIS: Panduan Dasar Content Marketing

Tidak mau ketinggalan kalau ada artikel atau info seputar strategi dan taktik pemasaran jitu bukan? Juga Dapatkan ebook Gratis Panduan Dasar Content Marketing. Masukan email Anda, Klik Daftar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *