5 Jenis Konten Blog Dalam Content Marketing Yang Efektif

Apa saja sich, jenis konten blog yang mendukung upaya content marketing? Ya, kita tidak bisa membuat sembarang konten. Jika blog Anda sebagai alat strategi pemasaran konten, maka perlu ada rencana yang jelas, konten apa saja yang harus ada dalam blog Anda.

Setidaknya ada 5 konten, yang perlu ada dalam blog Anda, apa saja itu?

Artikel akan membahas 5 jenis konten blog tersebut agar menjadi pertimbangan Anda dalam membuat rencana content marketing. Kelima jenis konten ini tidak lain untuk mendukung tujuan dari content marketing.

5 jenis konten blog

Inilah 5 Jenis Konten Blog Yang Perlu Anda Pertimbangkan

  1. Value Content
  2. Selling Content
  3. Branding Content
  4. Konten Rujukan
  5. Update Produk atau Jasa

OK kita mulai saja membahas satu persatu

5 Jenis Konten Blog Yang Pertama: Value Content

Apa itu value content? Yaitu jenis konten yang memberikan nilai atau manfaat kepada pembaca blog Anda. Inilah yang menjadi alasan mengapa mereka datang dan betah di blog Anda. Kadang saya melihat ada blog perusahaan yang isinya hanya seputar berita perusahaan dan produk.

Ya, mungkin ada yang tertarik, namun sebagian orang tidak. Sehingga blog jadi kurang menarik karena tidak ada manfaat bagi pembacanya. Maka, memiliki konten-konten yang memberikan nilai tambah bagi pembaca blog menjadi sangat penting.

Konten yang bermanfaat adalah konten yang bisa menjawab kebutuhan dan pertanyaan pembaca. Atau berupa panduan yang memudahkan pembaca dalam melakukan sesuatu. Atau konten yang memberikan ilmu, ide, dan inspirasi bagi pembaca.

Tentu saja, temanya akan lebih baik jika disesuaikan dengan tema atau ceruk pasar produk atau bisnis Anda. Bisa juga memilih tema-tema yang menarik bagi target pasar (persona) blog Anda.

Jangan Lupakan dengan Jenis Konten Kedua: Selling Content

Namanya juga content marketing, menjual adalah bagian dari pemasaran. Harus ada konten-konten yang memang tujuannya menjual atau setidaknya mempengaruhi pembaca agar tertarik dengan produk atau jasa Anda. Tujuannya bukan hanya terjadi penjualan langsung, tetapi bisa juga mendapatkan lead.

Teknik menjual yang bisa dilakukan melalui konten blog adalah tipe menjual soft selling dan covert selling. Hard Selling pada dasarnya boleh-boleh saja. Tapi rasanya kurang pas, meski pun tidak ada yang melarang.

Hard Selling adalah menjual secara langsung, menawarkan sebuah produk dan membujuk pembaca untuk segera mengambil tindakan. Kalau Anda mau melakukannya, ya silahkan saja. Namun saran saya, jangan terlalu banyak. Konten hard selling bisa saja membuat orang tidak betah di blog Anda.

Konten menjual berikutnya adalah soft selling. Ini masih menjual, namun fokus konten Anda bukan menawarkan produk, tetapi lebih kepada solusi atau nasihat. Artinya menawarkannya secara halus, tidak langsung.

Sementara covert selling atau menjual terselubung bahkan tidak seperti menjual. Kita menjual dengan teknik-teknik yang tidak terlihat. Mungkin kita hanya memberitahu bahwa ada produk atau jasa tertentu dengan menyebutkan nama dan manfaat, tanpa menawarkan sama sekali.

Branding Content

Brand adalah nama yang terkait dengan value dan persepsi tertentu. Branding content tugasnya adalah lebih memperkenalkan nama itu dan mengaitkan dengan value produk atau jasa Anda serta mengaitkan dengan persepsi yang ingin Anda bangun.

Branding Content bisa dibuat dengan sebuah cerita. Anda tidak menjual, tidak juga memberikan panduan, hanya bercerita bagaimana orang-orang mendapatkan value dari produk atau jasa Anda. Ini akan membangun persepsi positif bagi pembaca.

Konten Rujukan

Banyak orang yang membutuhkan rujukan, bahkan rujukan itu akan digunakan secara berulang-ulang. Konten yang berupa rujukan selain bisa mengundang pembaca untuk kembali lagi, juga bisa bermanfaat untuk SEO. Diharapkan banyak blog lain memasang link konten tersebut. Ini akan menjadi backlink yang akan meningkatkan posisi blog Anda di mesin pencari.

Dan Yang Kelima Adalah Update Produk dan Jasa

Jika ada sesuatu yang baru tentang produk dan jasa Anda, maka blog bisa menjadi media untuk menginformasikan kepada masyarakat. Termasuk saat ada produk baru, model baru, atau tipe baru.

Untuk produk-produk atau jasa digital yang lebih mudah diperbaharui, maka peran blog menginformasikan pembaruan akan sangat vital. Misalnya saat Anda rilis versi terbaru, maka beritahu apa saja yang baru dan yang diperbaiki.

Update produk akan meningkatkan kepercayaan pasar, mereka akan memiliki persepsi bahwa bisnis Anda adalah bisnis yang bisa dipercaya. Buktinya adalah Anda terus-menerus meningkatkan kualitas produk Anda.

Bagaimana Mengintegrasikan Kelima Konten Tersebut?

Tidak ada rumusan yang pasti bagaimana Anda menuangkan 5 jenis konten blog tadi. Sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda dan tujuan Anda dalam content marketing. Kuncinya itu, tujuan pemasaran Anda, apakah lead atau penjualan meningkat dengan rumusan Anda.

Konten Hard selling memang memberikan penjualan langsung, tetapi jangan lupa konten jenis ini juga bisa meningkatkan bounce rate yang tidak bagus untuk SEO. Anda perlu mencoba berbagai formula sampai menemukan formula yang tepat untuk bisnis Anda.

Setiap produk atau jasa sangat mungkin membutuhkan formula yang berbeda. Jadi, tetap membutuhkan test dan ukur untuk menemukan formula yang tepat. Test dan ukur bukan hanya dibutuhkan dalam periklanan, calam content marketing pun tetap dibutuhkan.

Demikianlah pembahasa 5 jenis konten blog ini, mudah-mudahan bisa membantu meningkatkan kualitas blog Anda sebagai alat content marketing.

Rahmat

Praktisi content marketing sejak 2002, mengaplikasikan content marketing untuk pemasaran villa, konveksi, trainer, herbal, dan produk pengembangan diri.

Rahmat

Praktisi content marketing sejak 2002, mengaplikasikan content marketing untuk pemasaran villa, konveksi, trainer, herbal, dan produk pengembangan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *